Selasa, 10 Januari 2012

PENGENALAN ALAT DI LABORATORIUM



LAPORAN MINGGUAN
PENGENALAN ALAT DI LABORATORIUM



MAKALAH


Diajukan untuk Memenuhi Salat Satu Tugas Praktikum Kimia Dasar
 Jurusan Teknologi Pangan


Oleh :
Nama
:
Septi Guswaraputri
NRP
:
103020041
Kelompok
:
II (Dua)
No. Meja
:
8  (Delapan)
Tanggal Percobaan
:
12 Oktober 2010
Asisten
:
Ria Melanti Umar









LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2010

I PENDAHULUAN
Bab ini  akan menguraikan mengenai :  (1) Latar Belakang Percobaan,
(2) Tujuan Percobaan, dan (3) Prinsip Percobaan.
1.1. Latar Belakang Percobaan
Pengenalan     alat-alat     laboratorium    kimia  dasar   sebagai   penunjang
dilaksanakanya percobaan-percobaan maupun penelitian. Oleh karena itu, pengenalan alat-alat yang akan digunakan pada saat praktikum kimia dasar sangat dibutuhkan sekali agar kita lebih tepat dalam menggunakan alat tersebut sesuai kegunaannya masing-masing. Jenis alat-alat yang digunakan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Misalnya, pada penelitian yang bertujuan memperoleh data tentang alat-alat yang digunakan sebagai  bahan praktikum.  Agar penelitian berjalan dengan lancar dan kita mengetahui alat-alat yang akan digunakan dalam penelitian  dan juga harus memahami fungsinya. Praktikan pun harus mengetahui cara membersihkan peralatan serta menyimpan pada tempatnya (Middlecamp,dkk,1985).
1.2. Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan Pengenalan Alat di Laboratorium adalah untuk praktikan dapat mengenal dan mengetahui alat-alat yang digunakan dalam praktikum di laboratorium, praktikan pula dapat mengehui fungsi dan kegunaan masing-masing alat yang dipergunakan dalam praktikum, dan praktikan dapat mengetahui cara kerja masing-masing alat.
1.3. Prinsip Percobaan 
Prinsip percobaan Pengenalan Alat di Laboratorium adalah berdasarkan dari masing-masing alat  mempunyai fungsi dan cara kerja yang berbeda-beda.serta mempunyai ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda pula tergantung pada alatnya.Sehingga para praktikan dapat mengenal secara langsung peralatan dengan menyebutkan serta menunjukan peralatan di laboratorium sesudah itu peralatan yang belum diketahui dapat diperkenalakan secara langsung oleh asissten praktikum.










II TINJAUAN PUSTAKA
Bab  ini  akan  menguraikan  mengenai  :  (1) Pipa U, (2) Cawan  Penguap,
(3) Plat Tetes, (4) Gelas Kimia, (5) Sikat Tabung Reaksi, (6) Gelas Ukur, (7) Labu Erlenmeyer, (8) Buret, (9) Pipet Volumetri (10) Corong, (11) Tabung Reaksi,      (12) Pipa Kapiler, (13) Penjepit Tabung Reaksi, (14) Kaki Tiga, (15) Kawat Kasa (16) Botol Semprot, (17) Rak Tabung Reaksi, (18) Termometer, (19 Klem,         (20) Labu Ukur, (21) Tangkrus, (22) Bunsen, (23) Termostat, (24) Statif, dan           (25) Tabung Sentrifuga.

2.1. Pipa U
       Pipa U berfungsi untuk menghubungkan tabung reaksi dan sebagai media pemindah pada proses reaksi.

2.2. Cawan Uap
       Cawan uap berfungsi untuk menguapkan larutan.

2.3. Plat Tetes
       Plat tetes berfungsi sebagai tempat untuk  menentukan  pH larutan          asam-basa.

2.4. Gelas Kimia
       Gelas kimia berfungsi Mengukur Volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi (Sutrisno, dkk, 2010).
2.5. Sikat Tabung Reaksi.
       Sikat tabung reaksi berfungsi sebagai alat unuk membersihkan tabung reaksi yang sudah di pakai dalam praktikum.

2.6. Gelas Ukur
       Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu, gelas ukur tidak dapat digunakan untuk memanaskan larutan atau zat cair seperti halnya gelas kimia (Sutrisno, dkk, 2010).

2.7. Labu Erlenmeyer
       Labu erlenmeyer berfungsi untuk menyimpan dan memanaskan larutan (Sutrisno, dkk, 2010).

2.8. Buret
       Buret berfungsi untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu biasanya digunakan untuk titrasi (Sutrisno, dkk, 2010).

2.9. Pipet Volumetri
       Pipet volumetri berfungsi untuk mengambil zat dengan volume yang telah ditentukan dengan ketelitian yang lebih tinggi.

 2.10. Corong
       Corong berfungsi untuk menyaring campuran reaksi kimia                 (Sutrisno, dkk,  2010).

2.11. Tabung Reaksi
         Tabung reaksi berfungsi untuk mencampur atau memanaskan zat-zat dalam jumlah kecil. Jika dipakai sebagai wadah suatu zat yang dipanasi, tabung reaksi harus dipegang dengan penjepit atau klem (Brady, 1998).

2.12. Pipa Kapiler
       Pipa kapiler berfungsi untuk menentukan titik leleh zat padat.

2.13. Penjepit Tabung Reaksi                          
           Penjepit tabung reaksi berfungsi untuk menjepit atau mengambil tabung reaksi sesudah atau sebelum dipanaskan.

2.14. Kaki Tiga
         Kaki tiga berfungsi untuk menyimpan kawat kasa dipermukaan atasnya saat akan dilakukan proses pembakaran.

2.15. Kawat Kasa
       Kawat kasa berfungsi sebagai alas dalam penyebaran panas yang berasal dari bunsen (Sutrisno, dkk, 2010).

2.16. Botol Semprot
         Botol Semprot berfungsi untuk menyimpan atau menampung aquadest agar lebih praktis digunakan dalam membersikan alat-alat praktikum.


2.17. Rak Tabung Reaksi
            Rak tabung reaksi berfungsi untuk menyimpan tabung reaksi dalam jumlah banyak (Ahmad Hiskia, 1993).

2.18. Termometer
         Termometer berfungsi dalam pengukuran suhu. Dalam laboratorium kimia dasar yang di ukur bukanlah badanatau ruangan melainkan suhu suatu larutan.

2.19. Klem
        Klem berfungsi sebagai penjepit buret agar buret tidak bergerak.

2.20. Labu Ukur
        Labu ukur berfungsi untuk membuat larutan dengan knsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan (Sutrisno, dkk, 2010).

2.21. Tangkrus
Tangkrus berfungi untuk menjepit alat yang panas, biasanya yang terbuat dari porselen.

2.22.  Bunsen
Bunsen berfungsi sebagai alat pembakaran.
2.23. Termostat
       Termostat berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu suatu larutan, agar suhu larutan tidak berubah.

2.24. Statif
        Statif berfungsi untuk menegakkan buret agar tidak bergerak.

2.25. Tabung Sentrifuga
         Tabung sentrifuga berfungsi untuk memisahkan larutan dengan endapan pada percobaan.












III ALAT PERCOBAAN
            Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Alat-alat yang Digunakan, dan         (2) Metode Percobaan.
3.1 Alat yang Digunakan
Alat yang digunakan pada percobaan Pengenalan Alat di Laboratorium Kimia Dasar adalah pipa U, cawan penguap, plat tetes, gelas kimia, sikat tabung reaksi, gelas ukur, labu erlenmeyer, buret, pipet volumetri, corong, tabung reaksi, pipa kapiler, penjepit tabung reaksi, kaki tiga, kawat kasa, botol semprot, rak tabung reaksi, termometer, klem, labu ukur, tangkrus, bunsen, termostat, statif, tabung sentrifuge.
3.2.  Metode Percobaan                                                               
3.2.1. Pipa U
Pipa U dimasukkan pada dua tabung reaksi maka larutan akan bereaksi dan mengeluarkan gas.

3.2.2. Cawan Penguap
Cara kerja cawan penguap yaitu simpan zat tersebut pada cawan lalu panaskan cawan sampai terdapat endapan.

3.2.3. Plat Tetes
Larutan dimasukkan ke dalam plat tetes yang akan ditentukan pH larutanya.


3.2.4. Gelas Kimia
Zat atau larutan  yang akan di reaksikan dimasukkan  kedalam gelas kimia kemudian aduk dan simpan.

3.2.5. Sikat Tabung Reaksi
          Sikat tabung reaksi diberikan larutan pencuci, lalu alat dibersihkan menggunakan sikat tabung reaksi.

3.2.6. Gelas Ukur
          Larutan dimasukkan ke dalam gelas ukur lalu perhatikan tanda ukuran pada gelas ukur.

3.2.7. Labu Erlenmeyer
          Larutan dimasukkan ke dalam labu yang berisi larutan yang akan di titrasi, kemudian lihat perubahan yang terjadi.

3.2.8. Buret
Zat  yang akan dititrasi dimasukkan ke dalam buret, kemudian buret ditempelkan pada statif.

3.2.9.  Pipet Volumetri
          Cara kerja pipet volemetri tangan memegang pipet volumentri diatas minikuisnya dan tangan kiri memegang tempat larutan yang akan dipipet, masukan ujung pipet ke tempat larutan yang akan dipipet sampai dasarnya, dihisap perlahan, diangkat pipet keluar, ujungnya serbet oleh kertas saring, ujung pipet bagian bawah ditempelkan ke dinding dalam bentuk 45 derajat, dikeluarkan larutan dalam pipet dengan dilepaskan jari telunjuk.

3.2.10. Corong
          Corong disimpan, di atasnya kertas saring untuk proses penyaringan.

3.2.11. Tabung Reaksi
            Kedua zat yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian goyang-goyangkan hingga kedua zat bercampur.

3.2.12. Pipa Kapiler
            Pipa kapiler dimasukkan pada zat yang akan ditentukan titik lelehhnya.

3.2.13. Penjepit Tabung Reaksi
           Bagian ujung ditekan  hingga bagian dapan terbuka. Lalu jepit tabung reaksi yang sedang di panaskan.

3.2.14. Kaki Tiga
Diletakan diatas bunsen lalu diletakan kawat kasa di atasnya dan simpan gelas kimia di atas kawat kasa.

3.2.15. Kawat Kasa
      Cara kerja kawat kasa yaitu simpan kawat kasa tersebut diatas permukaan kaki tiga.



3.2.16. Botol Semprot
Cara kerja botol yaitu masukan aquades ke dalam botol lalu pencet sampai aquades keluar untuk proses pengenceran atau pembersihan alat.

3.2.17.  Rak Tabung Reaksi
            Jika tabung reaksi yang sudah digunakan kemudian cuci bersih lalu disimpan pada rak tabung reaksi

3.2.18. Termometer
            Termometer dimasukkan ke dalam larutan yang akan diukur suhunya.

3.2.19 Klem
            Cara kerja klem dengan cara dipasangkan buret dengan ditegakkan oleh statif dan dijepit oleh klem.  

3.2.20. Labu Ukur
            Cara kerja labu ukur yaitu bahan yang digunakan dimasukan ke larutan yang akan diencerkan kemudian tambah aquades dan bulak-balik sampai larutan homogen.

3.2.21. Tangkrus
          Bagian bawah ditekan sampai bagian atas terbuka, kemudian jepit cawan uap menggunakan tangkrus.



3.2.22. Bunsen
            Cara kerja bunsen yaitu buka kran saluran masuknya gas lalu ring diputar yang ada pada bunsen tersebut sampai ada nyala api.

3.2.23. Termostat
           Larutan dengan suhu tertentu dimasukkan ke dalam termostat, kemudian tutup dengan rapat dan ukur kembali suhu larutan tersebut menggunakan termometer.

3.2.24. Statif
            Statif ditempatkan pada tempat yang datar, agar buret berdiri tegak.

3.2.25. Tabung Sentrifuga
            Cara kerja tabung sentrifuga yaitu dimasukan zat pada tabung sentrifuga lalu diletakan di atas alat sentrifugator kemudian diamkan beberapa saat sehingga terlihat endapannya.

                                       






IV HASIL PENGAMATAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil Pengamatan.
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil Pengamatan Pengenalan Alat di Laboratorium
No.
Nama dan Gambar Alat
Pengertian Alat
1.


Pipa U
        Pipa U adalah alat laboratorium yang  terbuat dari bahan gelas kaca, benda ini digunakan untuk mereaksikan zat.
2.

Cawan Penguap

        Cawan Penguap adalah alat laboratorium yang terbuat dari bahan porselen yakni mempunyai keunggulan terhadap suhu tinggi dan tidak tembus sinar.

3.


Plat Tetes



        Plat Tetes adalah alat laboratorium yang terbuat dari bahan porselen. Digunakan untuk menyimpan sampel dan untuk menambahkan larutan dengan kapasitas kecil.
4.



Gelas Kimia
        Gelas Kimia adalah  berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tehan terhadap panas hingga suhu 200°C.
5.
Sikat Tabung Reaksi
 Sikat tabung reaksi adalah sikat untuk membersihkan tabung reaksi
6.



Gelas Ukur
 Gelas ukur adalah  berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas, berskala teratur dan berwarna putih permanen.
7.


Labu Elenmeyer

 Labu erlenmeyer adalah  berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca bersolikat yang tahan panas.
8.
Buret
Buret adalah  berupa tabung kaca panjang dengan keran dibagian bawah yang digunakan untuk memindahkan larutan dengan jumlah nyata (Middlecamp, 1985)
9.
Pipet Volumetri
 Pipet volumetri adalah pipet berbentuk panjang dan dibagian tengahnya sedikit mengembung. Pipet ini terbuat dari bahan kaca.
10.








Corong
 Corong adalah alat yang terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seprti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan meletakan kertas saring kedalam corong tersebut.
11.
Tabung Reaksi
 Tabung reaksi adalah berupa tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran.
12.
Pipa Kapiler
        Pipa kapiler adalah sebuah alat  yang tebuat dari kaca. Memiliki saluran di tengah pipanya. Pipa kapiler berbentuk seperti huruf “L”.
13.
Penjepit Tabung Reaksi
  Penjepit tabung reaksi adalah berupa penjepit tabung reaksi yang terbuat dari kayu.
14.

Kaki Tiga

Kaki tiga adalah besi yang menyangga ring dalam proses pemanasan. terbuat dari besi atau tembaga. Kaki tiga terdiri atas ring berdiameter 80mm serta dilengkapi tiga buah kaki panjang 8cm dengan bahan yang terbuat dari besi atau tembaga

15.
Kawat Kasa
Kawat kasa adalah kawat yang di lapisi asbes.

16.
Botol Semprot
        Botol semprot adalah alat laboratorium yang terbuat dari plastik semacam botol minuman yang  di tengahnya berada selang, guna mengeluarkan aquadest.

17.


Rak Tabung Reaksi
 Rak rabung reaksi adalah rak yang terbuat dari kayu. Berfungsi untuk menyimpan tabung reaksi dlam jumlah banyak. (Ahmad Hiskia, 1993).
18.
Termometer
 Termometer adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca anti panas yang berisi air raksa sebagai pengukur suhu.

19.
                     Statif


        Statif adalah alat laboratorium yang terbuat dari besi sebagai Klem terbuat dari logam berupa besi  dan lapisi oleh karet untuk menjaga atau agar buret tidak terlepas pada saat dijepit, statif terbuat dari logam berupa besi yang biasanya digunakan sebagai tempat atau batang klem.
20.



Labu Ukur
  Labu ukur  adalah alat laboratorium yang terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Fungsinya untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
21.
Tang Krus
Tangkrus adalah alat penjepit yang terbuat dari besi.
22.
Bunsen

Bunsen adalah suatu sumber panas yang terbuat dari besi berbentuk kerucut disertai selang.
23.
Termostat
Termostat adalah alat untuk menjaga suhu yang bagian luarnya terbuat dari plastik, seperti gelas dan terdapat lubang di tengah untuk termometer untuk mengatur suhu
24.
 
Klem
Klem adalah perangkat tambahan yang berfungsi untuk menjepit buret pada proses titrasi.
25.
Tabung Sentrifuga
Tabung sentrifuga adalah alat yang terbuat dari kaca atau gelas borosilikat dan berbentuk kerucut.
(Sumber Septi Guswaraputri, Kelompok II, Meja 8, 2010).











V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan menguraikan mengenai (1) Kesimpulan, dan  (2) Saran.
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dari Pengenalan Alat di Laboratorium dapat disimpulkan bahwa alat-alat yang digunakan dalam praktikum  kimia dasar mempunyai fungsi, kegunaan, dan cara kerja yang berbeda-beda serta mempunyai perbedaan karakteristik yang berbeda.
5.2. Saran
        Setelah diadakannya pengenalan alat-alat laboratorium, usahakan praktikan untuk mengingat fungsi dan ciri masing-masing alat serta cara kerja alat tersebut sehingga dapat memudahkan praktikan dalam mengenal peralatan yang ada dilaboratorium. Diharapkan tidak terjadi sesuatu yang fatal dalam penyelesaian praktikum karena kecerobohan praktikan.







DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Hiskia. (1993), Penentuan Dasar Praktikan Kimia. ITB : Bandung.
Brady, E. James. (1999), Kimia Universita Asas dan Struktur, Binapura Aksara : Jakarta.
Middlecamp, Catherine dkk, (1985), Panduan Belajar Kimia Dasar, PT Gramedia: Jakarta.
Sutrisno Ela,T Dra,M,S dkk. (2010) Penuntun Praktikum Kimia Dasar. Universitas Pasundan : Bandung.
Mia, Saskia. (2009), Pengenalan alat-alat Laboratorium Kimia, www.scribd.com/com/doc/29021373/PENGENALAN-ALAT--ALAT-LABORATORIUM-KIMA#SOURCE:facebook, Acessed: 13 Oktober 2010.



























Lampiran



Alat ini berfungsi sebagai tempat/wadah membuat larutan
Gelas Kimia


Alat ini berfungsi sebagai memindahkan suatu zat
Corong


Alat ini berfungsi untuk mereaksikan larutan kimia dalam skala kecil
Tabung Reaksi

 Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.

Erlenmeyer ini berfungsi untuk titrasi larutan dan menyimpan larutan yang akan dititrasi.
 Rak tabung reaksi berfungsi untuk menyimpan tabung reaksi dalam jumlah banyak.

Botol semprot berfungsi untuk menyimpan aquades.


Kawat kasa berfungsi untuk proses pamanasan agar meratakan panas.
 Kaki tiga berfungsinya untuk menaruh kawat kasa dipermukaan atasnya saat akan dilakukan proses pembakaran.

 Pipet volumetri berfungsi utuk mengukur larutan dengan volume tertentu.
Bunsen berfungsi dalam proses pembakaran karena alat ini dapat menghasilkan panas dari nyala api.



Pipet berfungsi dalam pengambilan sampel larutan yang akan di uji atau direaksikan.
 Termometer berfungsi dalam pengukuran suhu. Dalam laboratorium kimia dasar yang di ukur bukanlah badanatau ruangan melainkan suhu suatu larutan.

Cawan penguap berfungsi untuk menguapkan larutan.
Pipet filter berfungsi untuk menghisap larutan yang akan di ukur.

 Penjepit tabung reaksi berfungsi untuk menjepit atau mengambil tabung reaksi sesudah atau sebelum dipanaskan.

   Tang krus berfungsi untuk menjepit alas panas.

Mortar dan Alu berfungsi untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan.
Botol timbang berfungsi untuk menimbang larutan.















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar